Mendung yang bergelayut dibumi
Seperti mewakili hatiku yang juga tertutup awan
Derai air mata tak jua reda
Kuusap dengan punggung tanganku
Agar tak menetes pada buku diary ini
Kutak ingin rusak karena tetesan air mata
Ketika malam beranjak pergi
Cerah mentari tak jua meninggi
Dengan membuatku menggigil
Kuingin ada seseorang yang menghangatkan jiwaku
cinta............
Adakah kau disana juga berselimut mendung?
Atau tertawa ceria
Menyenandungkan lagu cinta
Seperti burung yang mengepakkan sayapnya
Dan berkicau dengan merdunya
Lalu kemudian berlalu pergi