Hari-hari yang telah merejam hatiku
Mengapa.........................
Masih tersisa seonggok jiwa disini
Tanpa busana kepastian
Tanpa kerudung kepercayaan
Mataku terbuka menatap utuh dari pagi ke pagi
Namun nuraniku tak mampu menerima
Terlalu sakit kenyataan ini
Perih... tiada terperi
Telah kubawa kaki lari sejauh yang kukehendaki
Tapi semua mengikuti
Tiada kemampuan aku menolak apalagi mengingkari
Kenapa kasihnya harus berubah
Bukankah darahku luruh dari raganya
Sekian ribu kali cahaya telah berlari
Namun tanyaku tak kunjung memberi jawab
Betapa ingin ku melepasnya
Karena siksanya tak mampu kuterima
Cintanya perih mengaburkan perasaanku
Dan rinduku padanya adalah ilalang-ilalang kering
Disepanjang kemarau
Ibu........ Kasihanilah aku